Stasiun Cilacap

Kawasan Joglosemar

KABUPATEN CILACAP, Jawa Tengah

Stasiun Cilacap merupakan stasiun kereta api paling selatan di Daerah Operasi (DAOP) 5 Purwokerto dan merupakan stasiun terakhir pada jalur Maos-Cilacap. Stasiun ini pada awalnya dibangun sebagai fasilitas pengangkutan hasil bumi dari kegiatan tanam paksa di daerah Wonosobo, Purworejo dan sekitarnya ke pelabuhan Cilacap untuk selanjutnya dibawa keluar Pulau Jawa hingga ke Eropa. Kemudian pada tahun 1879, perusahaan Staats Spoorwegen (SS) membangun jaringan kereta api Cilacap — Maos — Yogyakarta sepanjang 187 km untuk mempermudah transportasi gula dari pabrik-pabrik yang berada di daerah Yogyakarta.

Kegiatan perdagangan hasil bumi tersebut terus berkembang sehingga pembangunan jalur kereta api diteruskan oleh perusahaan Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) ke jalur Maos-Purwokerto, kemudian Purwokerto-Sokaraja hingga Wonosobo dan selesai pada tahun 1917. Selain itu pemerintah kolonial Belanda juga membangun rel lintas selatan Cilacap — Surabaya pada tahun 1875 — 1888. Namun pada masa pendudukan Jepang (1942 – 1945), beberapa jalur ditutup dan relnya dibongkar. Bangunan stasiun Cilacap yang didirikan pertama kali telah rusak, kemudian dibangunlah bangunan stasiun yang baru pada tahun 1943, yang dapat dilihat sampai sekarang. Bangunan stasiun yang baru dibangun kembali oleh arsitek Thomas Nix. Hingga saat ini stasiun Cilacap melayani kereta barang, kereta api penumpang Purwojaya jurusan Jakarta Gambir dan kereta penumpang feeder Logawa jurusan Jember.

Stasiun Cilacap merupakan stasiun satu sisi dimana emplasemen terletak di salah satu sisi bangunan dan sisi lainnya adalah pintu masuk. Bangunan Stasiun Cilacap berbentuk relatif sederhana, terlihat dari depan berupa bangunan utama beratap datar dengan sebuah menara pengawas di salah satu ujungnya. Fasad atau tampak bangunan didominasi oleh deretan kolom-kolom tinggi yang menjulang bebas tidak menempel pada dinding sehingga memberi kesan megah pada bentuk sederhana stasiun ini. Karakter bangunan yang sederhana merupakan ciri langgam arsitektur modern yang populer pada awal abad 20 yang lebih mengutamakan fungsi dan kekokohan dari pada ornamentasi pada bangunan. Ornamen atau dekorasi pada bangunan bergaya arsitektur modern terletak pada komposisi garis-bidang dari elemen-elemen kolom, pintu, jendela dan bidang-bidang bukaan lainnya.

Bagian depan bangunan Stasiun Cilacap yang berbentuk sederhana sekaligus megah dengan deretan kolom vertikal yang menjulang bebas dan diakhiri oleh garis atap horisontal yang sangat kuat. Adanya menara di salah satu ujungnya memperkuat identitas stasiun ini.

Garis vertikal kolom — kolom berkesan kokoh, menopang beban atap datar membentuk irama yang tertatur dan fungsional. Kolom — kolom yang berdiri tegak menimbulkan kesan megah. Peron dan sebagian emplasemen di salah satu sisi bangunan utama dinaungi atap pelana bentang lebar dengan konstruksi kuda-kuda baja dan kolom beton. Kolom bebas berpenampang segi delapan dengan proporsi yang berkesan ramping dan efisien.

Peron sekaligus ruang tunggu yang terasa luas. Terlihat bahwa dinding bukan sebagai bidang struktural melainkan sebagai dinding pengisi saja. Pengecatan separuh bidang dinding menciptakan kesan proporsional terhadap bukaan (pintu, jendela). Selain itu, efek pencahay-aan buatan pada malam hari di emplasemen menciptakan suasana dan kualitas keindahan yang unik. Tempat loket yang tertata rapi agar antrian teratur, dibatasi dengan pagar— pagar besi serta pola lantai sebagai pembatas antrean. Pintu masuk dengan ukuran untuk satu penumpang terlihat teratur. Warna dinding memberikan efek sejuk.

Sumber : https://heritage.kai.id/page/Stasiun%20Cilacap



Destinasi lain di Kawasan Jawa Tengah


Koordinat: -7.7360, 109.0071
Destinasi di Sekitar

KategoriJumlah
Wisata Alam263
Wisata Buatan245
Wisata Budaya301
Taman Nasional9
  • Share Via

Destinasi di Sekitar


Wisata Alam
Wisata Buatan
Wisata Budaya
Taman Nasional