Candi Sari

Kawasan Joglosemar

KABUPATEN BOYOLALI, Jawa Tengah

Menelusuri Puing-puing Situs Bersejarah Bercorak Hindu di Kawasan Pegunungan

Candi Sari terletak di Dusun Gedangan, Kecamatan Cepogo dan termasuk dalam wilayah kabupaten Boyolali, sebelah Barat dari Kota Boyolali.

Candi Sari berukuran panjang empat (4) meter persegi, tinggi dua (2) meter dan memiliki empat (4) stupa kecil di masing-masing ujungnya, serta satu stupa dengan ukuran lebih besar ditengah candi. Di depan Candi Sari terdapat beberapa patung sapi, tempat sesaji, batu-batu candi dengan relief khas hindu. Candi Sari termasuk candi Hindu karena memiliki ciri khas terdapat Patung Sapi dan Arca Siwa. Berdasarkan cerita turun-temurun candi ini apabila dilihat secara gaib adalah sebuah keraton (menurut juru kunci candi).

Candi Sari yang berarti candi yang indah, memang berbeda dengan Candi Sari yang berada di Kalasan, Yogyakarta. Candi Sari ini bercorak Hindu, sedangkan yang di Kalasan bercorak Buddha. Hal ini diketahui dengan adanya Yoni, Arca Nandi dan Puncak Candi yg berbentuk Ratna. Lokasi candi berada di atas bukit kecil yang dijadikan lahan pertanian warga sekitar. Dan tidak jauh dari candi ini terdapat pohon beringin cukup besar yang menaungi sehingga suasana sangat asri. Tidak diketahui sejarah candi ini secara pasti dan yang tersisa disini hanyalah pondasi candi dan batu-batu penyusun candi yang sudah tidak lengkap.

Di sebelah candi terdapat sebuah pondok kecil yang biasa ditempat oleh orang untuk bertapa atau memiliki hajat tertentu. Karena letaknya berada di atas bukit, pengunjung bisa menikmati lanskap sekitarnya. Termasuk menikmati keindahan lanskap panorama Gunung Merapi. Panorama sekitar candi masih tampak asri, tampak ladang-ladang berisi aneka sayuran tumbuh subur, hamparan bunga-bunga liar tampak anggun, udara segar, dan jauh dari kebisingan.

Letaknya memang bisa dibilang tersembunyi, walau sudah berada di dalam Desa Gedangan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya perempatan dan belokan yang terdapat di dalam desa ini. Apalagi Anda yang bukan penduduk asli desa ini, sudah lumrah kalau tersesat saat mencari candi peninggalan Hindu ini.

Untuk mencapai lokasi tersebut pengunjung harus menyiapkan kendaraan yang benar-benar dalam kondisi prima, karena jalan yang dilalui adalah jalan di perkampungan, dan juga harus melewati pertigaan kampung dan gang kecil. Sebaiknya bertanya pada warga sekitar untuk menjaga agar tidak tersesat, lagipula masyarakat sekitar candi sangat terbuka dan welcome pada pendatang baru apalagi turis. Udara sejuk dan keindahan alam dapat ditemukan dengan mudah disini meskipun aksesnya cukup sulit dan rumit namun semua terbayar dengan keindahan pemandangan yang disuguhkan serta cerita sejarah untuk pembelajaran sejarah.

Candi Sari sebagai salah satu destinasi wisata unggulan memang masih jauh dari harapan, tapi keberadaannya layak kita sambangi karena memiliki nilai historis yang belum banyak terpecah. Apalagi, candi ini baru ditemukan pada sekitar tahun 1967. Masyarakat sekitar percaya bahwa lokasi berdirinya candi merupakan sumber mata air yang penting untuk kehidupan warga sekitar. Itulah kenapa, bangunan purbakala bercorak Hindu ini masih dikeramatkan orang sampai hari ini.

Bagi pengunjung yang mendatangi candi ini, hormatilah semua yang ada di sini. Jangan mengambil, merubah, atau melakukan tindakan-tindakan yang tak patut pada benda-benda purbakala di sekitarnya. Nikmati saja keindahan, kesegaran, kesejukan, dan mengagumi hasil karya peradaban kuno nenek moyang kita.

Bagi penduduk masyarakat desa sekitar, Candi Sari adalah tempat sakral. Mereka masih memegang kepercayaan yang turun menurun terkait dengan candi ini sehingga mereka sangat menjaga kelestariannya. Misalnya saja penduduk desa dari Desa Candirejo, Candisari, dan Josari. Bila warga akan mengadakan suatu hajatan, mereka akan menziarahi candi ini sambil memberikan sesaji. Menurut kepercayaan mereka, sebagai bentuk minta ijin dan meminta kelancaran selama berlangsungnya hajatan. Juga sebagai ucapan rasa syukur.

Itulah kenapa candi ini masih lestari terjada karena memiliki nilai kekeramatan bagi penduduk masyarakat sekitar.

Sumber : http://www.jalansolo.com

Alamat :

Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah



Destinasi lain di Kawasan Jawa Tengah


Koordinat: -7.5277, 110.5122
Destinasi di Sekitar

KategoriJumlah
Wisata Alam444
Wisata Buatan331
Wisata Budaya395
Taman Nasional12
  • Share Via

Destinasi di Sekitar


Wisata Alam
Wisata Buatan
Wisata Budaya
Taman Nasional