Monumen Gempa Bumi

Kawasan Joglosemar

KABUPATEN BOYOLALI, Jawa Tengah

Mengenang Tragedi Dahsyatnya Gempa Bumi di Desa Cepokosawit 2006 Silam

Pada hari Sabtu, 27 Mei 2006, tepat pukul 05.55 WIB gempa dahsyat berkekuatan 5,9 skala richter (SR) bersumber dari pantai selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengguncang hingga daerah Desa Cepokosawit, Sawit, Boyolali.

Sebanyak 216 rumah warga yang tersebar di sembilan dari 12 dukuh di Cepokosawit mengalami rusak parah. Ada tiga dukuh yang paling parah terdampak gempa saat itu yakni Dukuh Satriyan, Cepokosawit, dan Kenteng. Tiga orang meninggal dunia dan dua orang mengalami cacat akibat tertimpa bangunan rumah. Gempa dahsyat itu masih meninggalkan trauma luar biasa warga setempat. Dari 19 kecamatan di Boyolali hanya satu kecamatan yang terkena gempa 2006. Dari kejadian tersebut, warga kemudian  membangun Monumen Gempa Bumi 2006 sebagai saksi sejarah terjadinya gempa bumi di Cepokosawit.

Jalan setapak sepanjang 50 meter menjadi jalan utama menuju ke monumen yang dibangun di tengah sawah. Desain monumen gempa berbahan utama batu setinggi 17 meter itu menyerupai dua gapura yang disatukan. Pembangunan gapura masuk Candi Prambanan di Klaten menjadi inspirasi monumen. Ada sembilan pola gambar berbeda yang ukir di monumen itu. Setiap gambar memiliki filosofi atau makan tentang bencana gempa bumi di Cepokosawit.

Tiga pola gambar bermotif bunga di bagian bawah mengartikan tiga dukuh paling parah terkena gempa, sembilan gambar bulatan bermakna jumlah dukuh yang terkena gempa, 12 kotak berbentuk segi empat bermakna jumlah dukuh di Desa Cepokosawit, 12 gambar bunga sakura di tengah bermakna jumlah dukuh, gambar lima kotak segi empat pada bagian sayap monumen mengartikan waktu kejadian gempa, angka 2006 di puncak memiliki arti tahun kejadian gempa.

Kemudian lima bulatan di bawah bola dunia (globe) bermakna bulan kejadian gempa, 27 lembar daun di bagian sayap bermakna tanggal kejadian gempa, dan bola dunia bermakna gempa bumi.

Salah satu tokoh masyarakat pengagas dibangunnya monumen ini adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono yang tak lain adalah warga kelahiran Cepokosawit. Pembangunan monumen ini dananya berasal murni dari swadaya warga sekitar.

Harapan dari dibangunnya monumen ini adalah memberikan pendidikan sejarah kepada generasi muda tentang tragedi gempa dahsyat yang pernah menguncang Cepokosawit



Destinasi lain di Kawasan Jawa Tengah


Koordinat: -7.4318, 110.6884
Destinasi di Sekitar

KategoriJumlah
Wisata Alam263
Wisata Buatan247
Wisata Budaya301
Taman Nasional10
  • Share Via

Destinasi di Sekitar


Wisata Alam
Wisata Buatan
Wisata Budaya
Taman Nasional