Tari Legong

Kawasan BALI

KOTA DENPASAR, Bali

Tari Legong merupakan tariang yang dikembangkan di keraton atau istana-istana di Bali. Seperti asal katanya, Leg dan Gong, Leg artinya gerak luwes sedangkan Gong mengandung arti tari dan gamelan, dengan demikian mengandung arti gerak tari yang terikat (terutama aksentuasinya) oleh gamelan yang mengiringinya. Gamelan yang dipakai mengiringi tari legong dinamakan Gamelan Semar Pagulingan.

Tari Legong merupakan salah satu tari Bali yang bergenre tari pertunjukan atau tari Balih-Balihan.Tari Legong biasanya ditarikan oleh dua orang gadis dan tari Legong sendiri mempunyai banyak ragam atau macamnya.Struktur ragam Tari Legong dibagi menjadi tiga bagian yaitu, pepeson, pengawak, pengecet dan peksad.Pepeson merupakan bagian awal pembuka dari Tari Legong.Pokok cerita dari Tari Legong berada pada bagian pangawak. Pada bagian ini terdapat perbedaan bentuk aksentuasi antara jenis Tari Legong satu sama lain, disesuaikan dengan cerita yang ingin dibawakan.  Selanjutnya pengecet, struktur tariannya hampir sama dengan pengawak akan tetapi pada bagian ini lebih lincah dan dinamis. Pengecet merupakan klimaks dari Tari Legong kemudian ditutup oleh ragam peksad.

Beberapa Tari Legong diantaranya, Legong Lasem (Kraton), Legong Jobog, Legong Legod Bawa, Legong Kuntul, Legong Smaradahana, Legong Sudarsana. Yang paling populer adalah Legong Lasem. Tari Legong Lasem, yang pada perkembangannya disebut dengan Legong Keraton, pertama kali muncul pada paruh kedua abad ke-19 dan lebih dikenal sebagai kesenian untuk masyarakat yang tinggal di dalam puri. Baru pada awal abad ke-20, Legong Lasem mulai menyebar ke masyarakat di luar puri dan dari waktu-waktu mengalami perubahan bentuk dan struktur penyajiannya.

 

Sumber: TEMPO, datatempo.co/Johannes P. Christo



Destinasi lain di Kawasan Bali


Koordinat: -8.6693, 115.2106
Destinasi di Sekitar

KategoriJumlah
Wisata Alam298
Wisata Buatan114
Wisata Budaya123
Taman Nasional9
  • Share Via

Destinasi di Sekitar


Wisata Alam
Wisata Buatan
Wisata Budaya
Taman Nasional