Nyadran Pete

Kawasan Joglosemar

KABUPATEN TEMANGGUNG, Jawa Tengah

Menurut Legenda Kiyai Keramat adalah Pangeran Yudhokusumo merupakan bangsawan dari Mataram yang mengungsi ke Dusun Pete karena desakan Belanda. Di situ  Pangeran Joyokusumo yang berganti nama menjadi Sami hidup bersama istrinya, Saminah, serta menekuni profesi sebagai petani, bercocok tanam, dan beternak. Pada hari Jumat Kliwon, ketika Sami dan Saminah sedang menggembala, salah satu kerbaunya terperosok ke dalam tanah. Sami berusaha menolong kerbau yang terperosok dengan mencari tali atau rotan dan menemukan kerangka seekor ular raksasa yang di dalamnya terdapat dua kerangka manusia. Dua kerangka tersebut merupakan jasad Kiai Bogowonto dari Majapahit yang meninggal dimakan ular raksasa. Kemudian Sami mengebumikan jasad Kiai dan Nyai Bogowonto di tempat tersebut yang sekarang dikenal dengan makam Kyai Kramat.

Kerbau yang berhasil di selamatkan oleh Pangeran Yudhokusumo kemudian disembelih dan disedekahkan kepada masyarakat. Sejak saat itulah sedekah kerbau menjadi tradisi masyarakat Dusun Pete. Namun, tanpa mengurangi makna sedekah dan karena alasan ekonomi, digunakanlah kambing sebagai gantinya dan masih terus terjaga hingga saat ini.

Di tempat lain masih di komplek makam kaum perempuan tengah bersiap dengan tungku tungku tanah dan peralatan memasak lain yang akan di gunakan memasak daging kambing setelah di sembelih dan di bersihkan sebelumnya. Ratusan kaum wanita di bantu para remaja putri akan bahu membahu menyelesaikan tugas ini, agar semuanya selesai tepat waktu. Alasan daging kambing yang dibagikan harus matang dan siap santap menjadikan Adat kebiasaan di tempat ini jarang di temui di tempat lain.



Destinasi lain di Kawasan Jawa Tengah


Koordinat: -7.2425, 110.2028
Destinasi di Sekitar

KategoriJumlah
Wisata Alam380
Wisata Buatan271
Wisata Budaya354
Taman Nasional11
  • Share Via

Destinasi di Sekitar


Wisata Alam
Wisata Buatan
Wisata Budaya
Taman Nasional